Pages

20131201

Sepanjang Jalan Kenangan, Menapaki Langkah di Solo City Walk

Gambarkan dengan satu kata tentang kota Solo? K...E..M...A..Y..U
Koq Kemayu sih?....Iya karena Solo bagaikan seorang Putri yang terkenal dengan jelitanya, tutur kata yang lemah lembut.



Kota Solo adalah kota warisan budaya. Pembangunan tetap berjalan tapi tidak meninggalkan akar budaya dan lingkungannya.

Saya tertarik dengan konsep dari PemKot Surakarta yang membentuk Komunitas Hijau. Masyarakat diajak untuk ikut serta dalam menjaga alam sekitar dengan mewujudkan minimal 30% RTH (Ruang Terbuka Hijau) dari luas kotanya.
Perwujudan RTH sudah dirintis sejak 5 tahun yang lalu, buktinya terdapat pedistrian di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Solo City Walk yang memiliki jalan sepanjang 7 Km, adalah surga bagi pejalan kaki.
Solo City Walk (sumber gambar klik disini )

 Solo City walk bukan hanya menawarkan jalan kaki biasa tapi inilah jalan kaki istimewa. Disini ditawarkan kekayaan pariwisata Solo.
Hal menarik  yang ditawarkan Solo City Walk antara lain :
  • Destinasi Wisata. Mau melihat cara membuat batik atau ingin tahu industri batik berjalan maka singgahlah ke Kampung Batik Kauman. Mau tahu sejarah batik, yuk ke museum Batik Kuno Nasional Danar Hadi.
  • Suka Belanja? Jangan khawatir disini anda bisa berbelanja souvenir, kain batik yang bisa anda beli sebagai oleh-oleh bagi keluarga
  • Tingkatkan pergaulan karena di Solo City Walk terdapat beberapa komunitas. Bila anda ingin memperluas pergaulan ataupun ingin mengetahui lebih banyak tentang budaya kota ini maka sering-seringlah menyapa dan bergabung dengan beberapa komunitas
  • Tempat Santai yang murah meriah. Tidak perlu bayar tiket untuk masuk.

Sumber gambar, klik disini
Tidak ada istilah lelah bila menyusuri Solo City Walk. Kesejukan dan destinasi wisatanya membuat kita betah.
Semoga kehijauan dan suasana yang menyenangkan di Solo City Walk dapat terus dipertahankan oleh pemerintah kota Solo bahkan dikembangkan dengan menambah ruang hijau terbuka lainnya. Bagi anda yang ingin mengunjungi kota ini, jangan lupa menyusuri Solo City Walk. Karena anda akan menemukan wajah Solo dalam setiap langkah kenangan.
Kebudayaan yang benar dilahirkan di alam, sederhana, rendah hati, dan murni”
Masanobu Fukuoka, The One-Straw Revolution 



1 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah mampir di blog ini. Komentar anda untuk perbaikan blog sangat diharapkan. Dilarang memberi komentar yang mengandung SARA dan menyerang pribadi seseorang. Jadilah pembaca dan pengkritik yang bijaksana

 

Copyright © Warna-warni Cerita. Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver